Mengapa Rasulullah melarang seseorang mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak”?
Dikisahkan, Uqail bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu menikah.Dia merasa gelisah meskipun dalam keramaian.Dia mendengar para tamu mendoakannya dengan mengucapkan بِالرَّفَاءِ وَ الْبَنِيْن “semoga bahagia dan banyak anak” Tak mau berlarut-larut dalam kegundahan dan demi meluruskan kekeliruan, Uqail pun mengatakan kepada tamu tersebut: “Janganlah kamu mendoakan demikian karena Rasulullah telah melarangnya.” “Lalu, aku harus mendoakan bagaimana?” “Ucapkanlah doa yang diajarkan Rasulullah: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ ‘Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan’” Mengapa Rasulullah melarang seseorang mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak”? Wallahu a’lam bish shawab. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui hakikat sejati di balik larangan ini. Namun, kita bisa memetik hik...